rel='shortcut icon' type='image/x-icon'/>,head> .
MEMAHAMI TENTANG IKAN
SUMATERA EKSPRES L.P.6

Selasa, 05 April 2011

Cara Budidaya Ikan Nila




Ikan nila berasal dari afrika. Ikan nila dapat hidup di air hangat. Ikan nila dapat dipelihara di danau, kolam, dan sungai yang airnya bersih. Jenis ikan nila yang pertama masuk ke indonesia adalah jenis Mujair ( Mozambigue ).
Usaha budidaya ikan nila tergolong tidak sulit sebab ikan nila kemampuan reproduksinya cukup tinggi.  Ikan nila jika sudah berumur 2 sampai 3 bulan sudah mampu menghasilkan telur setiap bulan satu kali.  Sifat ikan nila yang cepat sekali berkembang biak menyebabkan pertumbuhan ikan nila tidak bisa rata. Bisa di lihat ketika panen. Bentuk ikan nila ada yang besar ada yang kecil dan ada yang sedang.
Ikan nila jantan bentuknya lebih besar daripada ikan nila betina. Perbedaan pertumbuhan ikan nila jantan dan ikan nila betina selisih 40%. Ikan nila betina petumbuhannya lebih lambat sebab sifat alaminya yang sering menghasilkan anakan ikan.
Sebab pada saat ikan nila betina bertelur, ikan nila betina tidak makan kira-kira selama kurang dari sepuluh hari. Ikan nila betina setelah bertelur tugasnya adalah menjaga larwa dalam mulutnya sampai ukuran yang cukup kemudian di biarkan keluar dari mulutnya.
Pada saat reproduksi, ikan nila memerlukan kolam air tanah atau kolam semen yang airnya tenang. Berikut ini adalah beberapa langkah untuk mempercepat ukuran besarnya nila jantan :
Pertama, memisahkan anak nila jantan untuk dipersiapkan dalam pembesaran. Hal ini tidak mudah karena tidak efesien dalam jumlah yang banyak dan umumnya pembudidaya ikan kurang mengenal mana jenis betina dan jantan.
Kedua, melakukan kawin silang untuk mendapatkan jenis induk yang bisa menghasilkan anak ikan jantan. Tehnik ini dilakukan dengan penelitian yang seksama dan ujicoba yang tidak mudah. Memerlukan peralatan yang canggih, melalui test laboratorium untuk mempelajari hormon XX yaitu betina dan XY jantan.
Ketiga, cara yang paling mudah dan sedikit mahal yaitu dengan metode mengubah jenis betina menjadi jantan dengan mengunakan hormone sex reversal pada larva ikan nila. Cara ini banyak digunakan dalam budidaya monoculture karena dapat praktekkan oleh siapa saja.
Bagaimanakah proses jantanisasi?
Proses mengubah nila menjadi jantan dapat dilakukan dengan cara pemberian pakan mengandung hormone synthetic atau dikenal dengan METHYLTESTOSTERONE. Hormone ini akan mengubah fisik larva ikan betina menjadi jantan. Tehnik ini pertama dikembangkan di Jepang pada tahun 1950 an oleh Oryzias Medakh. Penemuan ini pertama di ujicoba pada ikan mas (Cyprinus Carpio) dan kemudian hormon pengubah sex menjadi jantan banyak digunakan pada ikan nila.
Pada tahun 1970-an pengunaan hormon ini meluas keseluruh dunia, dan hanya sedikit di Indonesia yang mengunakan hormon ini karena harga hormon sex reversal ini cukup mahal dan harus didatangkan dari luar negeri. Namun sedikit demi sedikit penguna hormon ini terus meningkat karena dapat memicu pertumbuhan ikan.
Bagaimana cara mengunakan hormon pembuat jantan?
Tiga langkah menyiapkan proses monokultur ikan nila:
1.    Siapkan induk nila jantan dan betina. 1:3 berat induk antara 150-250 gram perekor. Pembibitan ikan nila ini dapat dilakukan pada kolam semen atau kolam tanah dan lebih baik jika dilakukan pada aquarium. Ketika telur ikan nila menetas, induk betina akan menyimpan larva dalam mulutnya dan akan membiarkan anak-anaknya setelah berumur kira-kira 7 hari. Anak-anak ikan akan bergerombol dan sering naik ke permukaan air, dan saat inilah penangkapan dimulai dan memindahkan ke kolam khusus untuk persiapan pemberian pakan berhormon. Perlu di-ingat bahwa anak-anak ikan yang akan diberi pakan berhormon tidak lebih dari 11 hari agar hormone dapat bekerja dengan efektive.
2.    pemberian pakan berhormon pada anak ikan nila hanya selama 21 hari berturut-turut. Dapat mengunakan kolam tanah atau kolam semen. Kolam pendederan ini tidak perlu besar, 1x1x0.5 meter agar mudah untuk pemantauan, pemindahan, pemeliharaan.
3.    pakan berhormon pengubah sex dapat disiapkan terlebih dahulu atau pesan di  ikanila.com
Minggu pertama pemberian pakan berhormon untuk 1000 ekor larva sebanyak 30% dari berat biomassa. 1000 ekor anak ikan Rata-rata berat 0.01 gram. Jadi pemberian pakan kira-kira 3 gram perhari, 4x pemberian pada jam 8-10 pagi dan sore jam 2-4  selama 7 hari.
Minggu kedua anak-anak ikan sudah mencapai panjang 18-22 mm. kurangi kepadatan anak ikan dalam kolam menjadi 500 ekor permeter persegi. 1000 ekor anak-anak ikan pada minggu kedua sudah mencapai rata-rata berat 0.05 gram. Pemberian pakan 25% persen dari berat biomassa, kira-kira 12.5 gram pakan. 4x sehari selama 7 hari.
Minggu ketiga anak ikan sudah mencapati 25-30 mm. kurangi lagi kepadatan ikan dalam kolam menjadi 250 ekor permeter persegi. Pada minggu ketiga 1000 ekor anak ikan sudah mencapai rata-rata 0.1 gram perekor. Pemberian pakan sebanyak 20% dari total biomassa. Kira-kira 20 gram perhari selama 7 hari.
Setelah 21 hari, pemberian pakan berhormon dihentikan. Pemberian pakan berhormon ini akan menghasilkan 97-100% anak nila jantan. Tingkat hidup anak ikan nila mencapai 70-80 persen jika kualitas air baik dan tempat pemeliharan baik.
Perlu diketahui, selama 21 hari anak ikan tidak boleh diberi pakan selain pakan berhormon! Setelah 21 hari Mulailah memberi pakan yang tidak mengandung hormone.
Persiapan anak ikan dibesarkan pada kolam pembesaran
Bibit ikan nila yang telah diberi hormon jika sudah mencapai panjang 3.5-5 cm atau berat rata-rata 0.5 gram sudah boleh ditebar pada kolam pembesaran. Sebaiknya pada pembesaran jangan ada ikan jenis lain seperti lele, gabus atau ikan lainnya dalam satu kolam.
Anak ikan yang diberi pakan berhormon akan bertumbuh lebih cepat dari anak-anak ikan yang tercampur jenis kelaminnya atau yang tidak diberi hormon.
Bagaimana Hormon Sex Reversal Bekerja?
Hormon kelamin pada wanita dikenal dengan kromoson XX dan jantan XY. Hormone kelamin pada manusia terdapat juga pada species binatang. Dengan mengunakan hormone buatan anak ikan betina pada umur tertentu dapat diubah menjadi jantan. Hal ini hanya dapat dilakukan pada anak ikan di bawah 10 hari. Ikan yang memakan pakan yang dicampur dengan hormone 17 alpha methyltestosterone dapat mengubah dari XX menjadi XY. Sedangkan ikan XY atau jantan akan tetap jantan dan tidak dapat diubah lagi.
Pengubahan sex jantan pada ikan bertujuan untuk mengendalikan populasi perkembangbiakan ikan dalam satu kolam. Reproduksi anak-anak ikan yang tidak teratur akan berdampak pada menurunnya  pertumbuhan ikan. Dengan mengunakan hormon pengubah sex menjadi jantan pertumbuhan ikan akan lebih cepat karena jantan lebih unggul dari betina.
Bagaimana membuat pakan berhormon sex buatan?
Pakan ikan pengubah sex buatan atau sex reversal dapat dibuat dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini:
1.           Larutkan 3 gram 17 alpha methyltestosterone dengan mengunakan alcohol etil 95% sebanyak 200 cc untuk mencairkan butiran hormone.
2.           siapkan 1 kg pakan anak ikan yang halus sperti tepung. Campurkan pakan pada larutan hormone secara merata.
3.           keringkan pakan yang sudah dicampur dengan hormone agar alkoholnya menguap. Jangan mengunakan cahaya matahari. Keringkan selama semalam dalam ruangan.
4.           jika pakan sudah kering, masukkan kedalam wadah yang tertutup rapat.
5.           pakan berhormon ini sudah dapat digunakan dalam 30 hari mendatang.
Apakah mengunakan pakan berhormon bernilai ekonomis?
Kurang dari 8 Rupian untuk setiap ekor ikan mengunakan hormon. Bibit ikan nila ukuran 0.5 gram atau panjang 35-5 cm di pasarkan dengan harga Rp. 200-300 perekor. Sedangkan bibit ikan yang diberi hormone dijual dengan harta yang lebih tinggi dihargai 350-500 perekor.
Apakah ikan yang mengunakan hormone aman?
Studi menunjukkan setelah 5 hari berhenti dari pemberian pakan berhormon ikan nila jantan tidak mengandung kimiawi yang membahayakan manusia. Dan setelah beberapa bulan sampai ikan dapat dikonsumsi, konsumen dijamin betul-betul aman untuk memakan ikan nila hasil jantanisasi.
Ikan nila  kebanyakan hanya bisa hidup di daerah tropis seperti Indonesia. Akan tetapi di Negara empat musim juga membudidaya ikan nila dengan cara moderen. System pengairan mengunakan heater pada musim dingin.
Mengenal dan mengetahui pengetahuan dasar budidaya ikan nila;
-         ikan nila betina bertelur antara 2000-2500 ekor tergantung besar kecil induk. Tingkat hidup bergantung pada kualitas air dan pakan yang diberikan.
Ikan nila bertelur pada kisaran empat sampai enam (4-6) minggu atau bisa lebih cepat jika benih ikan sudah dilepas oleh induknya.
-         Telur ikan nila yang akan menjadi larva disimpan dalam mulut induk nila. Telur ikan nila akan menetas antara lima sampai tujuh (5-7) hari. Setelah menetas atau menjadi larva induk nila akan mengawasi anak ikan dengan mulutnya.
-         Perbandingan perkawinan nila jantan dan bertina; 1:3 dalam setiap meter persegi masukan empat sampai lima pasang pasang induk nila, (5 jantan dan 20 nila betina) permeter persegi.
-         Temperature budidaya ikan nila sebaiknya 25°C-31°C untuk pemijahan.
-         Temperature dibawah 13°C ikan nila akan mati.
-         Temperature antara 15°C-20°C ikan nila lambat membesar. 22°C-31°C ikan nila akan bertumbuh dengan cepat karena suhu seperti itu akan membuat ikan nila suka makan.
-         Produksi ikan nila persetengah hektar berkisar 2-3 ton.
-         Pakan nila berupa pellet tengelam dan pellet apung sebanyak 3.5 ton
-         Nila konsumsi berat antara 200 gr. Sampai 800 gr. Perekor tergantung permintaan konsumen dan pasar.
-         Makanan ikan nila mengandung protein 25-30 persen dan lemak 6-8 persen.
Sekedar hobby, atau untuk makan, atau untuk menjadikan sumber penghasilan tambahan. ikan nila merupakan potensial yang dapat dilirik oleh siapa saja yang ingin mengelutinya, Pendapatan  yang lumayan jika dikelolah dengan baik. Selain daerah yang mendukung seperti air, ketersedian pakan juga sangat memungkinkan disetiap wilayah Indonesia yang kaya ini. Jadi, andapun pasti bisa membudidaya ikan nila dengan sedikit mengenal cara membesarkan ikan nila.
Sumber : Ikannila.com
Info Terkait :
-          Tehnik budidaya ikan mas
-          Ikan Cupang
-          Jamur tiram
-          Asian Brain

Peluang Usaha Budidaya Ikan Gurame

 Ikan Gurame

Peluang usaha budidaya ikan gurame sangat terbuka lebar, sebab ikan gurame banyak memiliki penggemar fanatik. Dan juga harganya sedikit lebih mahal dari ikan-ikan yang lain sesame air tawar.
Ikan gurame adalah ikan air tawar yang banyak digemari konsumen. Dagingnya empuk, rasanya enak dan gurih. Dan, harganya pun lebih mahal kalau dibandingkan jenis ikan air tawar lainnya.
Beberapa jenis ikan gurame yang selama ini dikenal oleh masyarakat, antara lain: Angsa, Jepun, Blausafir, Paris, Bastar dan Porselen. Gurame Porselen lebih unggul dalam hal menghasilkan telur. Jika induk Bastar hanya mampu menghasilkan 2.000-3.000 butir telur, Porselen memproduksi 10.000 butir. Karena itu Gurame Porselen disebut top of the pop.
Kolam yang baik untuk gurame berasal dari jenis tanah liat/lempung, tidak berporos dan cukup mengandung humus. Jenis tanah seperti ini dapat menahan massa air yang besar dan tidak bocor. Kemiringan tanah berkisar 3-5% untuk memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.
Ikan gurame dapat tumbuh normal di daerah pada ketinggian 50-400 m dpl. Kualitas air pemeliharaan harus bersih, dasar kolamnya tidak berlumpur dan tidak terlalu keruh. Kedalaman kolam 70-100 cm. Pengairan yang baik akan mempengaruhi pertumbuhan ikan.
Pembesaran ikan gurame dapat dilakukan secara polikultur dan monokultur. Polikultur adalah cara pemeliharan gurame secara bersama-sama dengan ikan jenis lain, seperti tawes, mas, nilam, atau mujair. Cara ini lebih menguntungkan, mengingat pertumbuhan gurame lambat.
Sedangkan monokultur, pemeliharaan khusus untuk gurame. Bibit yang ditebar minimal berumur 2 bulan. Debit air kolam yang baik 3 liter/detik, sedangkan polikultur idealnya 6-12 liter/detik. Dengan keasaman air (pH) 6,5-8, dan suhu berkisar 24-28 derajat C.
Kolam budidaya gurame terdiri dari kolam penyimpanan induk, pemijahan, pendederan, pembesaran, dan pemberokan. Kolam pembesaran berfungsi membesarkan benih. Adakalanya diperlukan juga beberapa kolam jaring berukuran 1,25-1,5 cm. Jumlah bibit yang ditebar sebaiknya tidak lebih dari 10 ekor/meter persegi.
Kolam pemberokan adalah tempat pembersihan ikan sebelum dipasarkan. Kolam ini berukuran 10 x 10 m. Lebar pematang bagian atas 0,5 m, dan bagian bawah 1 m dengan ketinggian 1 m.
Makanan pokok ikan gurame berupa pelet. Namun, di daerah yang sulit memperoleh pelet dapat menggunakan alternatif lain, berupa daun-daunan, seperti: pepaya, keladi, ketela pohon, genjer, kimpul, kangkung, ubi jalar, ketimun, labu dan dadap.
Pemupukan sebaiknya dilakukan setiap kali pemeliharaan, dan pada saat kolam dikeringkan, dengan tujuan untuk meningkatkan makanan alami. Caranya, pertama-tama diberi pupuk kandang 7,5 kg untuk tiap 100 m2 kolam. Air disisakan sedikit demi sedikit sampai ketinggian 10 cm, dan dibiarkan selama 3 hari. Kemudian dilanjutkan pupuk buatan (kimia), seperti TSP atau Urea, 500 gram setiap 100 m2 kolam. Pupuk ditebarkan merata ke setiap dasar dan sudut kolam.
Panen gurame tergantung permintaan konsumen. Umumnya, setelah gurame berumur 2-3 tahun. Umur 2 tahun, ukuran panjangnya mencapai 25 cm, dan berat 0,3 kg/ekor, umur 3 tahun panjangnya sekitar 35 cm dan beratnya 0,7 kg/ekor. Untuk ikan berumur 4 tahun panjangnya dapat mencapai 40 cm dan berat 1.5 kg/ekor.
Selamat mencoba.

Ikan raksasa asal Amazon ada di Sumatra Barat


Ikan raksasa yang bernama Arapaima ini, yang berasal dari Sungai Amazon, ternyata sudah lama ada di Kapalo Hilalang, Sicincin, Sumatra Barat.
Kenapa dibilang ikan raksasa? Karena dia adalah ikan air tawar terbesar di bumi, panjangnya bisa mencapai lebih dari 4 meter! WoW. . Tentang arapaima yg ada di Sumbar : Awalnya ikan ini dibawa oleh seorang keturunan cina dari Amazon sewaktu ikan ini masih sangat kecil, dan kemudian beliau pelihara.Sekarang ikan ini telah mencapai panjangnya 2,5 meter dengan berat 152 kg. Awalnya ada 4 ekor, namun sekarang tinggal 3 ekor lagi.Semestinya, kehadiran ikan ini di Sicicin, Kayutanam, dapat dijadikan objek wisata dan dikelola lagi dengan baik. Apalagi, keunikan ikan ini adalah.. sangat patuh kepada pengasuhnya, untuk melihat dia bisa tampil ke permukaan kolam.. perlu nyanyian sang pengasuh.

MODEL-MODEL KOLAM "PEMBENIHAN" BUDIDAYA BELUT DI AIR BERSIH UNTUK PEMBESARAN BUDIDAYA CACING LUMBRICUS



Metode terbaru kami untuk Budidaya Belut khususnya pembesaran adalah di "Air jernih (bersih / tanpa lumpur)". Metode ini sudah dicoba di beberapa petani yaitu Pati, Kudus, Semarang, Boyolali, Klaten dan Subang. Hasilnya sangat menakjubkan dalam kurun waktu 1 1/2 - 2 bulan pembesarannya sudah seukuran jari manis dan telunjuk tangan orang dewasa dengan pakan 100% cacing.
Namun kita "tetap" menggunakan media lumpur dengan metode khusus untuk melakukan proses pembenihannya.

KASUS-KASUS YANG TERJADI (MEDIA LUMPUR) YANG HARUS DICERMATI:
  1. Media lumpurnya memadat.
  2. Jerami dan gedebok pisang tidak membusuk / hancur.
  3. Media tidak keluar cacing Lor sawah sebagai cadangan pakan dalam kolam.
  4. Tanam benih 4 bulan, setelah di panen tidak ada sama sekali (mati semua).
  5. Tanam benih 4 bulan, hasil panen yang besar beberapa ekor saja, yang lainnya kecil semua.
  6. Tanam benih 4 bulan, hasil panen yang besar beberapa ekor saja, yang lainnya tidak ada (habis).
  7. Tanam benih 4 bulan, hasil panen " tetap" ukuran belutnya ( tidak bisa besar semua ).
Setelah meneliti dan mengunjungi hampir 75 orang petani belut dan menjalankan percobaan serta penelitian selama hampir 2 tahun pada beberapa media (media lumpur, media gedebok busuk + air, dan media air bersih 100 %) dan beberapa jenis belut serta berkeliling menemui para Ketua Kelompok Tani Belut dan petaninya di daerah Pati (Bpk. Dodik), Demak (Bpk. Pujiwanto dan Bpk .Sukamto), Mranggen (Bpk. Abdul Hadi) Semarang, Sragen (Bpk. Ari Sujono), Kendal (Bpk. Nuh ), Jepara (Bpk. Fuad), Kudus (bpk. Hasan), Batang (Bpk Karjo), Pekalongan (Bpk Hadi), Tegal ( Bpk Primulyono), Indramayu (Bpk. Kasim), Bandung (Ibu Leny Huang) dan Kuningan Jawa Barat (Bpk. Wican) serta informasi dari beberapa orang “penyedek belut” dari daerah Ungaran dan Gunung Pati Jawa Tengah.
Akhirnya kami menganalisa dan menyimpulkan Kunci-kunci Pokok yang harus dipenuhi untuk Keberhasilan Membenihkan belut atau yang mau memulai usaha budidaya ini "Khususnya metode Pembenihan di media Lumpur" yaitu :
  1. Harus Mengetahui benar-benar “Penjual bibit yang tidak bermasalah !”
  2. Bisa memilih “bibit belut yang benar” (bisa besar setelah dibudidayakan)
  3. Bisa memililh bibit yang “benar-benar sehat”
  4. Bisa “menyehatkan bibit belut di kolam karantina” setelah perjalanan / transportasi
  5. Bisa “mengadaptasikan suasana di alam” setelah benih masuk media
  6. Bisa membuat “benih belut mau makan” setelah ditebar di media (kalau mau makan berarti benih belut bisa hidup)
  7. Bisa membuat “media yang tidak beracun / tidak panas / cocok untuk belut”
  8. Media budidaya harus bisa menumbuhkan “cacing lor sawah” setelah berjalannya waktu antara 3 minggu sampai 1 bulan setelah digenangi air
  9. Bisa memberi “makanan yang berprotein tinggi” dan “yang disukai belut” pada awal pertumbuhannya (pada bulan I)
  10. Mengetahui “teknik memberi makan yang tepat dengan protein yang seimbang dengan berat badannya” sehingga tidak mengakibatkan kanibalisme antar sesama belut pada bulan II sampai paneni
  11. Mengetahui “tehnik cara panen yang baik” agar belut tidak luka atau mudah mati setelah dipanen
  12. Sudah adanya pembeli yang menerima hasil panen dengan sistem pembayaran ditempat setelah ditimbang, dengan harga yang bagus.
Dan untuk memenuhi kebutuhan kuota ekspor, masih banyak dibutuhkan petani-petani yang harus dilatih membudidayakan belut mulai sekarang dengan standar ekspor (sesuai dengan HACCP Budidaya)--->(Cara Budidaya Ikan Yang Baik)

PELUANG USAHA DAN INVESTASI YANG SANGAT DIHARAPKAN OLEH PETANI BELUT
  1. Dibuatnya "PROBIOTIK" khusus belut untuk efisiensi pakan dan probiotik untuk menekan amoniak dalam media budidaya.
  2. Dibutuhkannya "PUPUK ORGANIK" yang bisa menumbuhkan dan melipatgandakan jumlah cacing lor sawah yang ada di media lumpur budidaya.
  3. Terbentuknya "PENYULUH PERIKANAN" (PPL) khusus budidaya belut baik dari pemerintah maupun swasta sebagai pendamping petani dalam melaksanakan budidaya.
  4. Pabrik "ABON BELUT" skala rumah tangga.
  5. Pabrik "DENDENG BELUT" skala rumah tangga.
  6. Pabrik "KRUPUK BELUT" skala rumah tangga.
  7. Budidaya cacing "Lumbricus atau Tiger Australia" sebagai rekanan atau pemasok bibit cacing kepada petani belut.
  8. Pemancingan "KHUSUS" belut termasuk restorannya yang menyajikan menu aneka masakan belut.

Peluang Usaha Budidaya Ikan Mas




Pada pembesaran ikan mas pemilihan teknologi sangat penting untuk mendapatkan hasil budidaya yang optimal. Dewasa ini berkembang teknologi pembesaran ikan intensif di jaring apung yang memiliki kelebihan dibanding teknologi pembesaran di kolam air tenang dan air deras, sehingga usaha budidaya di kedua teknologi yang disebut terakhir tadi tidak berkembang bahkan menurun. Kelebihan tersebut antara lain produktivitas dan efisiensi pakan lebih tinggi serta tidak memerlukan investasi dalam bentuk pembelian lahan yang saat ini mahal. Uraian usaha pembesaran ikan mas di jaring apung yang lebih rinci akan disajikan dalam bab-bab berikutnya.
Pada pembesaran ikan di jaring apung digunakan benih ukuran sekitar 10 gram per ekor. Benih ini dihasilkan oleh dua kelompok usaha budidaya ikan lainnya, yaitu kelompok usaha pembenihan dan pendederan.
Pembenihan yaitu usaha untuk menghasilkan ikan ukuran kebul (benih ukuran 2-3 cm). Usaha ini dimulai dari pemeliharaan induk untuk mencapai kematangan kelamin, pemijahan, penetasan, pemeliharaan larva hingga pendederan pertama.
Pematangan kelamin umumnya dilakukan di kolam air tenang dan kolam air deras. Untuk mendapatkan kualitas telur yang baik petani sudah biasa memelihara ikan dengan pemberian pakan yang kaya protein (pelet 25% protein). Secara tradisi di daerah Priangan (Jawa Barat), petani menambahkan kecambah biji-bijian (sekam padi) sebagai sumber vitamin E. Ikan yang baik untuk mulai dipijahkan setelah mencapai umur diatas satu tahun, walaupun beberapa jenis ikan mencapai kematangan gonad di bawah satu tahun. Ikan dianggap baik untuk dipijahkan kembali tiga bulan kemudian.
Pemijahan yang berkembang hingga saat ini dilakukan melalui perangsangan alam, yaitu melalui pengeringan dan pemasangan kakaban untuk tempat penempelan telur. Keesokan hari sejak induk ikan disatukan di kolam pemijahan ikan sudah menghasilkan telur yang telah dibuahi. Selanjutnya induk dikembalikan ke kolam induk dan telur dirawat agar embrio berkembang baik. Dua hari kemudian telur menetas menjadi larva. Larva dirawat selama tiga-lima hari sebelum di pindahkan ke kolam pendederan pertama.
Tahap akhir dari kegiatan pembenihan adalah pemeliharaan larva di kolam pendederan pertama. Pada pendederan pertama larva dipelihara selama 3 minggu hingga mencapai ukuran 2-3 cm. Pada pemeliharaan ini pakan alami ditumbuhkan melalui pemupukan (terutama menggunakan kotoran ayam) dan penggenangan air selama lima – tujuh hari. Setelah pakan alami tersedia larva ikan ditebarkan. Selama pemeliharaan ikan diberi pakan. Untuk kepadatan 100-200 ekor/m² diberi pakan tambahan berupa dedak, sedangkan pada kepadatan di atas 400 ekor/m² diberi pakan tepung berkadar proten 38%.
Pendederan kedua adalah usaha yang banyak dijalankan petani untuk menghasilkan ikan yang siap ditebar di jaring apung. Pada pendederan ini, ikan mas ukuran 2-3 cm dipelihara di kolam atau di sawah hingga mencapai ukuran 100-150 ekor per kg.
Pendederan yang berkembang baik dan berperan sangat penting dewasa ini adalah pendederan di kolam atau sawah yang mendapat pengairan yang kaya akan bahan organik, seperti pengairan yang telah melewati daerah pemukiman. Di tempat ini ikan dapat tumbuh dengan pesat dalam kepadatan tinggi, walau tanpa pemupukan maupun pemberian pakan tambahan, seperti halnya yang terjadi di wilayah Bandung Selatan (Bojong Soang, Cigereleng, dst.) atau di Cianjur. Hubungan antara ketiga usaha ini dapat dilihat pada Gambar
skema-ikan-mas.gif
Skema Pola Produksi Pembenihan, Pendederan dan Pembesaran pada Usaha Budidaya Ikan Mas

Peluang Usaha Budi Daya Ikan Lele


Budi daya ikan lele merupakan salah satu peluang usaha yang cukup  diperhitungkan saat ini. Apabila kita perhatikan banyak terdapat  penjual pecel lele yang memerlukan pasokan ikan lele setiap harinya, hal inilah yang membuat permintaan  ikan tersebut menjadi semakin tinggi di pasaran dan membuka potensi peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Ternak ikan lele relatif  lebih mudah apabila dibandingkan dengan ikan air tawar lainnya seperti ikan mas atau mujair karena lebih tahan terhadap penyakit maupun kondisi lingkungan. Berikut ini adalah gambaran secara umum tentang cara budidaya ikan lele
*Pembenihan Lele.
Adalah budidaya lele untuk menghasilkan benih sampai berukuran tertentu dengan cara mengawinkan induk jantan dan betina pada kolam-kolam khusus pemijahan. Pembenihan lele mempunyai prospek yang bagus dengan tingginya konsumsi lele serta banyaknya usaha pembesaran lele.
* Sistem Budidaya
Terdapat 3 sistem pembenihan yang dikenal, yaitu :
1. Sistem Massal. Dilakukan dengan menempatkan lele jantan dan betina dalam satu kolam dengan perbandingan tertentu. Pada sistem ini induk jantan secara leluasa mencari pasangannya untuk diajak kawin dalam sarang pemijahan, sehingga sangat tergantung pada keaktifan induk jantan mencari pasangannya.
2. Sistem Pasangan. Dilakukan dengan menempatkan induk jantan dan betina pada satu kolam khusus. Keberhasilannya ditentukan oleh ketepatan menentukan pasangan yang cocok antara kedua induk.
3. Pembenihan Sistem Suntik (Hyphofisasi).
Dilakukan dengan merangsang lele untuk memijah atau terjadi ovulasi dengan suntikan ekstrak kelenjar Hyphofise, yang terdapat di sebelah bawah otak besar. Untuk keperluan ini harus ada ikan sebagai donor kelenjar Hyphofise yang juga harus dari jenis lele.
*Tahap Proses Budidaya
A. Pembuatan Kolam.
Ada dua macam/tipe kolam, yaitu bak dan kubangan (kolam galian). Pemilihan tipe kolam tersebut sebaiknya disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Secara teknis baik pada tipe bak maupun tipe galian, pembenihan lele harus mempunyai :
Kolam tandon. Mendapatkan masukan air langsung dari luar/sumber air. Berfungsi untuk pengendapan lumpur, persediaan air, dan penumbuhan plankton. Kolam tandon ini merupakan sumber air untuk kolam yang lain.
Kolam pemeliharaan induk. Induk jantan dan bertina selama masa pematangan telur dipelihara pada kolam tersendiri yang sekaligus sebagai tempat pematangan sel telur dan sel sperma.
Kolam Pemijahan. Tempat perkawinan induk jantan dan betina. Pada kolam ini harus tersedia sarang pemijahan dari ijuk, batu bata, bambu dan lain-lain sebagai tempat hubungan induk jantan dan betina.
Kolam Pendederan. Berfungsi untuk membesarkan anakan yang telah menetas dan telah berumur 3-4 hari. Pemindahan dilakukan pada umur tersebut karena anakan mulai memerlukan pakan, yang sebelumnya masih menggunakan cadangan kuning telur induk dalam saluran pencernaannya.
B. Pemilihan Induk
Induk jantan mempunyai tanda :
- tulang kepala berbentuk pipih
- warna lebih gelap
- gerakannya lebih lincah
- perut ramping tidak terlihat lebih besar daripada punggung
- alat kelaminnya berbentuk runcing.
Induk betina bertanda :
- tulang kepala berbentuk cembung
- warna badan lebih cerah
- gerakan lamban
- perut mengembang lebih besar daripada punggung alat kelamin berbentuk bulat.
C. Persiapan Lahan.
Proses pengolahan lahan (pada kolam tanah) meliputi :
- Pengeringan. Untuk membersihkan kolam dan mematikan berbagai bibit penyakit.
- Pengapuran. Dilakukan dengan kapur Dolomit atau Zeolit dosis 60 gr/m2 untuk mengembalikan keasaman tanah dan mematikan bibit penyakit yang tidak mati oleh pengeringan.
- Perlakuan TON (Tambak Organik Nusantara). untuk menetralkan berbagai racun dan gas berbahaya hasil pembusukan bahan organik sisa budidaya sebelumnya dengan dosis 5 botol TON/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100m2. Penambahan pupuk kandang juga dapat dilakukan untuk menambah kesuburan lahan.
- Pemasukan Air. Dilakukan secara bertahap, mula-mula setinggi 30 cm dan dibiarkan selama 3-4 hari untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami lele.
Pada tipe kolam berupa bak, persiapan kolam yang dapat dilakukan adalah :
- Pembersihan bak dari kotoran/sisa pembenihan sebelumnya.
- Penjemuran bak agar kering dan bibit penyakit mati. Pemasukan air fapat langsung penuh dan segera diberi perlakuan TON dengan dosis sama
D. Pemijahan.
Pemijahan adalah proses pertemuan induk jantan dan betina untuk mengeluarkan sel telur dan sel sperma. Tanda induk jantan siap kawin yaitu alat kelamin berwarna merah. Induk betina tandanya sel telur berwarna kuning (jika belum matang berwarna hijau). Sel telur yang telah dibuahi menempel pada sarang dan dalam waktu 24 jam akan menetas menjadi anakan lele.
E. Pemindahan.
Cara pemindahan :
- kurangi air di sarang pemijahan sampai tinggi air 10-20 cm.
- siapkan tempat penampungan dengan baskom atau ember yang diisi dengan air di sarang.
- samakan suhu pada kedua kolam
- pindahkan benih dari sarang ke wadah penampungan dengan cawan atau piring.
- pindahkan benih dari penampungan ke kolam pendederan dengan hati-hati pada malam hari, karena masih rentan terhadap tingginya suhu air.
F. Pendederan.
Adalah pembesaran hingga berukuran siap jual, yaitu 5 – 7 cm, 7 – 9 cm dan 9 – 12 cm dengan harga berbeda. Kolam pendederan permukaannya diberi pelindung berupa enceng gondok atau penutup dari plastik untuk menghindari naiknya suhu air yang menyebabkan lele mudah stress. Pemberian pakan mulai dilakukan sejak anakan lele dipindahkan ke kolam pendederan ini.
* Manajemen Pakan
Pakan anakan lele berupa :
- pakan alami berupa plankton, jentik-jentik, kutu air dan cacing kecil (paling baik) dikonsumsi pada umur di bawah 3 – 4 hari.
- Pakan buatan untuk umur diatas 3 – 4 hari. Kandungan nutrisi harus tinggi, terutama kadar proteinnya.
- Untuk menambah nutrisi pakan, setiap pemberian pakan buatan dicampur dengan POC NASA dengan dosis 1 – 2 cc/kg pakan (dicampur air secukupnya), untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tubuh karena mengandung berbagai unsur mineral penting, protein dan vitamin dalam jumlah yang optimal.
* Manajemen Air
Ukuran kualitas air dapat dinilai secara fisik :
- air harus bersih
- berwarna hijau cerah
- kecerahan/transparansi sedang (30 – 40 cm).
Ukuran kualitas air secara kimia :
- bebas senyawa beracun seperti amoniak
- mempunyai suhu optimal (22 – 26 0C).
Untuk menjaga kualitas air agar selalu dalam keadaan yang optimal, pemberian pupuk TON sangat diperlukan. TON yang mengandung unsur-unsur mineral penting, lemak, protein, karbohidrat dan asam humat mampu menumbuhkan dan menyuburkan pakan alami yang berupa plankton dan jenis cacing-cacingan, menetralkan senyawa beracun dan menciptakan ekosistem kolam yang seimbang. Perlakuan TON dilakukan pada saat oleh lahan dengan cara dilarutkan dan di siramkan pada permukaan tanah kolam serta pada waktu pemasukan air baru atau sekurang-kurangnya setiap 10 hari sekali. Dosis pemakaian TON adalah 25 g/100m2.
* Manajemen Kesehatan
budidaya ikan lelePada dasarnya, anakan lele yang dipelihara tidak akan sakit jika mempunyai ketahanan tubuh yang tinggi. Anakan lele menjadi sakit lebih banyak disebabkan oleh kondisi lingkungan (air) yang jelek. Kondisi air yang jelek sangat mendorong tumbuhnya berbagai bibit penyakit baik yang berupa protozoa, jamur, bakteri dan lain-lain. Maka dalam menejemen kesehatan pembenihan lele, yang lebih penting dilakukan adalah penjagaan kondisi air dan pemberian nutrisi yang tinggi. Dalam kedua hal itulah, peranan TON dan POC NASA sangat besar. Namun apabila anakan lele terlanjur terserang penyakit, dianjurkan untuk melakukan pengobatan yang sesuai. Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi protozoa, bakteri dan jamur dapat diobati dengan formalin, larutan PK (Kalium Permanganat) atau garam dapur. Penggunaan obat tersebut haruslah hati-hati dan dosis yang digunakan juga harus sesuai.

Senin, 04 April 2011

Peluang Usaha Ikan Koi

Bisnis Ikan hias ternyata cukup memberikan keuntungan bagi banyak orang, aneka ragam ikan hias air tawar dan laut menawarkan pilihan usaha bagi peternak,pedagang dan penghobi untuk meraup keuntungan. Salah satu ikan hias budi daya air tawar yang menawarkan keuntungan yang lumayan adalah ikan koi. Mitos dari negeri Jepang asal ikan Koi adalah Hoki bagi pemilik ikan yang molek dan indah tersebut. Percaya atau tidak dengan mitos tersebut terbukti bisnis budi daya ikan Koi telah memberikan banyak kemakmuran bagi masyarakat. Ikan Koi tidak hanya sebatas hobi saja tetapi telah menjadi sebuah industri yang bila usaha ini ditekuni bisa mendatangkan peluang usaha dan membuka lapangan kerja baru.
Banyak orang yang bermula dari sekedar hobi memelihara dan mengkoleksi ikan Koi,lambat laun menjadi penangkar dan akhirnya menjadikan Bisnis Ikan Koi sebagai ladang penghasilan tambahan baginya. Barangkali inilah yang disebut dengan Mitos hoki yang dibawa oleh Koi. Ikan Koi sebenarnya merupakan keluarga ikan Karper (ikan Mas) yang telah mengalami serangkaian kawin silang sehingga menghasilkan ikan yang berwarna-warni dan indah dipandang. Sehingga pola pemeliharaan menyerupai dengan pola pemeliharaan ikan mas.

Koi Show Quality Siap Dilombakan
Koi Show Quality Siap Dilombakan
Koi merupakan Ikan Hias  air tawar yang memiliki harga yang relatif stabil, tidak mengalami booming seperti ikan Louhan beberapa waktu yang lalu. Harga Ikan Koi benar-benar ditentukan oleh kualitas bukan permainan pedagang. Harga ikan Koi sangat bervariasi mulai dari yang berharga murah sampai yang berharga mahal. Ikan Koi yang berkualitas baik dan telah meraih juara dalam sebuah kontes koi akan dilelang dengan harga puluhan juta, tergantung level event lomba tersebut. Harga ikan Koi secara tidak baku akan diklasifikasikan berdasarkan kualitasnya. Kualitas paling rendah akan dihargai setara dengan Ikan Mas konsumsi. Di atas kualitas Konsumsi biasanya akan diklasifikasikan dalam Grade A, B,C dan seterusnya. Kualitas show tentu memiliki harga yang paling tinggi. Koi dengan Kualitas show harus memenuhi standard-standard dalam penjurian seperti ketajaman warna, kebersihan kulit, bentuk tubuh, pola warna dan lain sebagainya.
Dalam satu peranakan Ikan Koi akan menghasilkan beraneka ragam kualitas dari mulai konsumsi atau biasa dengan Koi Kropyok sampai grade yang lebih tinggi. Jika beruntung akan mendapatkan Koi dengan Kualitas show. Kunci utamanya adalah pada indukan yang baik. Indukan Koi yang baik dan dalam kelas Koi show akan menurunkan anakan yang berkualitas show. Dengan Indukan yang baik mendapatkan Koi dengan Kualitas show 5% saja sudah cukup baik. Meski demikian bisnis budi daya ikan Koi tetap saja menawarkan keuntungan, jika tidak dapat koi dengan kualitas kontes kita masih bisa mendapatkan Koi yang dihargai lebih tinggi dari ikan Konsumsi.

Pola Bisnis Ikan Hias Koi

Bisnis Budi daya Ikan Koi merupakan hal yang paling mudah dari rangkaian bisnis lainnya. Berbekal indukan dan lahan yang cukup sudah bisa dilakukan bisnis ini. Indukan yang baik biasanya didatangkan dari Jepang yang harganya tentu cukup mahal. Jika ini terlalu berat Indukan Koi Lokal juga cukup sebagai modal untuk memulai usaha ini. Koi Blitar selama ini sudah dikenal dengan kualitas yang baik. Dengan membeli indukan koi, kita akan bisa menghasilkan anakan koi dari beragam kualitas yang bisa disortir dalam setiap periode tertentu.
Benih Ikan Koi
Benih Ikan Koi
Bisnis pembesaran ikan Koi juga banyak dilakukan oleh petani, dengan membeli benih berukuran kecil kemudian dibesarkan sampai ukuran tertentu akan mengurangi kerumitan dalam memijahkan Koi. Sebagian pemula akan terasa rumit memijahkan sendiri Koi, dengan membeli benih akan lebih mudah. Membeli benih dari penghobi dengan Indukan Koi Kualitas bagus, agak sulit karena biasanya akan dibesarkan sendiri dan disortir sendiri ikan-ikan yang berkualitas bagus.
Pembesaran Ikan Koi idealnya dilakukan pada kolam lumpur atau sawah, kadang dikombinasikan dengan model Mina Padi. Anakan Koi lokal berukuran 3-4 cm ( kurang lebih usia 40 hari) akan dihargai sekitar seribu rupiah sampai dua ribu. Bagi yang tidak masuk sortir akan dihitung secara kiloan, yang harganya sedikit lebih tinggi dari ikan mas. Belum lagi jika dari anakan tersebut ada Koi yang berpotensi bagus, akan menjadi keuntungan tersendiri bagi petani. Anda Tertarik? Selamat mencoba. (Galeriukm).